<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>M. Gunawan Yasni</title>
	<link>http://mgyasni.niriah.com</link>
	<description>Spiritualisme Pemberdaya Syariah</description>
	<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:35:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Corrections for Developing Better Financial System According to Sharia / Koreksi Untuk Sistem Keuangan Yang Lebih Baik Berdasarkan Syariah</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/11/14/corrections-for-developing-better-financial-system-according-to-sharia-koreksi-untuk-sistem-keuangan-yang-lebih-baik-berdasarkan-syariah-english/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/11/14/corrections-for-developing-better-financial-system-according-to-sharia-koreksi-untuk-sistem-keuangan-yang-lebih-baik-berdasarkan-syariah-english/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Capital Market]]></category>

		<category><![CDATA[Economics, Finance &amp; Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Corrections for Developing Better Financial System Acco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/11/14/corrections-for-developing-better-financial-system-according-to-sharia-koreksi-untuk-sistem-keuangan-yang-lebih-baik-berdasarkan-syariah-english/</guid>
		<description><![CDATA[in English language,

dalam bahasa Indonesia,

Presented by,

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 align="left"><strong>in English language,</strong></h3>
<p><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/11/english.jpg" title="english.jpg"><img src="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/11/english.jpg" alt="english.jpg" /></a></p>
<h3 align="left"><strong>dalam bahasa Indonesia,</strong></h3>
<p align="left"><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/11/indonesian.jpg" title="indonesian.jpg"><img src="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/11/indonesian.jpg" alt="indonesian.jpg" /></a></p>
<h3 align="left"><strong>Presented by,</strong></h3>
<p align="left"><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/11/assalamualaikum.jpg" title="assalamualaikum.jpg"><img src="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/11/assalamualaikum.jpg" alt="assalamualaikum.jpg" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/11/14/corrections-for-developing-better-financial-system-according-to-sharia-koreksi-untuk-sistem-keuangan-yang-lebih-baik-berdasarkan-syariah-english/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Krisis, Pemerintah Diminta Perkuat Ekonomi Syariah</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/10/26/antisipasi-krisis-pemerintah-diminta-perkuat-ekonomi-syariah/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/10/26/antisipasi-krisis-pemerintah-diminta-perkuat-ekonomi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 12:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Capital Market]]></category>

		<category><![CDATA[Economics, Finance &amp; Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Human &amp; Islamic Base Defensive Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/10/26/antisipasi-krisis-pemerintah-diminta-perkuat-ekonomi-syariah/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Berita Sore, http://beritasore.com/2008/10/14/antisipasi-krisis-pemerintah-diminta-perkuat-ekonomi-syariah
Jakarta ( Berita ) :  Pemerintah diminta lebih mendukung perkembangan ekonomi syariah guna mengantisipasi dampak krisis yang akan menjalar ke sektor riil.
“Dukungan pemerintah terhadap perekonomian syariah harus diperkuat, dan lebih mengakomodasi ekonomi syariah, sebab saat ini ekonomi syariah masih sangat lemah padahal memiliki potensi untuk menggerakan perekonomian yang stagnan,” kata Ketua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Dari Berita Sore, <a href="http://beritasore.com/2008/10/14/antisipasi-krisis-pemerintah-diminta-perkuat-ekonomi-syariah/" title="Gunawan Yasni" target="_blank">http://beritasore.com/2008/10/14/antisipasi-krisis-pemerintah-diminta-perkuat-ekonomi-syariah</a></p>
<p align="justify">Jakarta ( Berita ) :  Pemerintah diminta lebih mendukung perkembangan ekonomi syariah guna mengantisipasi dampak krisis yang akan menjalar ke sektor riil.</p>
<p align="justify">“Dukungan pemerintah terhadap perekonomian syariah harus diperkuat, dan lebih mengakomodasi ekonomi syariah, sebab saat ini ekonomi syariah masih sangat lemah padahal memiliki potensi untuk menggerakan perekonomian yang stagnan,” kata Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Mustafa Edwin Nasution, di Jakarta, Senin [13/10] .</p>
<p align="justify">Ia mengatakan, dengan mengakomodasi lebih banyak kebijakan untuk mengembangkan syariah di Indonesia, maka sektor riil yang tertekan karena tidak mendapatkan pembiayaan dari perbankan akibat ketatnya likuiditas dapat teratasi.</p>
<p align="justify">“Disisi lain, saat ini merupakan momentum yang tepat mengembangkan ekonomi syariah, karena hingga saat ini perekonomian syariah telah dikenal tahan terhadap krisis yang terjadi,” katanya.</p>
<p align="justify">Ekonom syariah, M Gunawan Yasni, mengatakan, pemerintah dapat memanfaatkan pengembangan ekonomi syariah saat ini untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari krisis keuangan yang terjadi.</p>
<p align="justify">“Saat ini potensi dan dari investor Timur Tengah mencapai 800 miliar dolar AS. Itu sebelum harga minyak beranjak naik, saya kira saat ini dana mereka lebih besar bisa sampai 1000 miliar dolar AS,” katanya.</p>
<p align="justify">Ia mengatakan, apabila pemerintah dapat memberikan kondisi yang lebih kondusif untuk investasi sektor syariah, maka menurut dia dana-dana tersebut akan dapat mengalir ke Indonesia.</p>
<p align="justify">“Misalnya saja soal pajak berganda yang dikeluhkan investor syariah yang hingga saat ini masih belum rampung,” katanya. Ia menambahkan, saat ini, krisis yang terjadi akibat prinsip mencari keuntungan yang berlebihan. “Mereka mencari laba di atas normal. Kerakusan tersebutlah yang membuat mereka tidak lagi memikirikan batas normal yang adil untuk mendapatkan keuntungan,” katanya.</p>
<p align="justify">Hal ini pada akhirnya membuat para pencari keuntungan itu tidak memperhatikan norma-norma yang berlaku. “Hasilnya yang penting mereka untung, nggak melihat bahwa hal tersebut membahayakan bagi perekonomian, untuk itu hal ini perlu dievaluasi,” katanya. ( ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/10/26/antisipasi-krisis-pemerintah-diminta-perkuat-ekonomi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sukuk Diminati Investor</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/09/28/sukuk-diminati-investor/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/09/28/sukuk-diminati-investor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 12:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Capital Market]]></category>

		<category><![CDATA[Economics, Finance &amp; Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/09/28/sukuk-diminati-investor/</guid>
		<description><![CDATA[Sunday, 21 September 2008
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/sukuk-diminati-investor-3.html
Pengesahan Undang-Undang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) oleh Dewan  Perwakilan Rakyat (DPR) pada 9 April 2008 lalu ternyata langsung disikapi  pemerintah dengan menerbitkan obligasi pemerintah berbasis syariah, atau sukuk.
 Bahkan, untuk menyempurnakan sukuk yang  telah diterbitkan beberapa waktu lalu, pada tahun depan pemerintah menyatakan  akan menerbitkan sukuk ritel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sunday, 21 September 2008</p>
<p align="justify"><a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/sukuk-diminati-investor-3.html">http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/sukuk-diminati-investor-3.html</a></p>
<p align="justify">Pengesahan Undang-Undang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) oleh Dewan  Perwakilan Rakyat (DPR) pada 9 April 2008 lalu ternyata langsung disikapi  pemerintah dengan menerbitkan obligasi pemerintah berbasis syariah, atau sukuk.</p>
<p style="text-align: justify" align="justify"> Bahkan, untuk menyempurnakan sukuk yang  telah diterbitkan beberapa waktu lalu, pada tahun depan pemerintah menyatakan  akan menerbitkan sukuk ritel perdana. UU SBSN tersebut merupakan landasan  penting untuk memberikan jaminan bagi pemerintah dan masyarakat yang hendak  berinvestasi pada sukuk.</p>
<p align="justify">Karena pemerintah tidak mungkin mengeluarkan  bagi hasil kepada investor kalau tidak ada aturan yang jelas. Begitu pula  masyarakat tidak mungkin mau berinvestasi kalau tidak ada kepastian hukum.  Langkah tersebut dikarenakan tingginya minat masyarakat atas  sukuk.</p>
<p align="justify">Tingginya minat investor ini dibuktikan dengan terjadinya  over-subscription sebesar 1,6 kali dengan total permintaan mencapai Rp8,07  triliun dan target indikatif sebesar Rp5 triliun.Namun,karena ada alasan  tertentu, pemerintah hanya menerbitkan sukuk senilai Rp4,699 triliun.</p>
<p align="justify">Sukuk yang dikeluarkan pemerintah beberapa waktu lalu itu diterbitkan  dalam dua trances, berseri jatuh tempo yaitu tujuh tahun serta sepuluh  tahun.Jenis kupon yang ditawarkan bersifat tetap dengan frekuensi pembayaran  kupon setiap enam bulan sekali. Prospek yang diberikan oleh instrumen sukuk ini  sangat menjanjikan yaitu terdapat potensi pasar dengan diversifikasi yang cukup  beragam.</p>
<p align="justify">Selain itu,tingkat bagi hasil juga cukup tinggi.Jadi,sangat  beralasan jika instrumen ini cukup diminati banyak investor. Akad syariah yang  melandasi sukuk yang dikeluarkan pemerintah adalah akad sewa (sukuk  al-ijarah).Di mana hasil investasi berasal dan dikaitkan dengan arus pembayaran  sewa aset tersebut.</p>
<p align="justify">Akad ijarah dipilih karena mudah dipergunakan dan  fleksibel sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Kesuksesan  tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pertimbangan pemerintah untuk kembali  mendulang kesuksesan yang sama, yakni mengeluarkan sukuk global.</p>
<p align="justify">Pemerintah berharap sukuk global tersebut akan menarik investor luar  negeri khususnya Timur Tengah. Dari sisi pemerintah,sukuk merupakan cara yang  tepat untuk mengakumulasi modal dengan harga murah.</p>
<p align="justify">Pemerintah juga  semakin serius serta transparan dalam mengelola aset kekayaan  negara.Sebab,bagaimanapun juga,sukuk tidak mungkin bisa dikeluarkan kalau tidak  memiliki ja-minan aset. Bahkan, ada cerita yang berkembang, pemerintah baru  melakukan pendataan aset yang dimilikinya sebelum mengeluarkan sukuk.</p>
<p align="justify">Sebelum dijadikan jaminan, aset-aset tersebut kemudian dikelola dengan  baik.Hal itu dimaksudkan agar calon investor tertarik memiliki sukuk yang  dikeluarkan negara. Pemerintah juga melihat sukuk yang dikeluarkan bisa  memperbanyak alternatif untuk dijadikan sebagai anggaran pembangunan.</p>
<p align="justify">Dengan keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah, akan mustahil bagi  pemerintah untuk bisa membangun sekian banyak proyek.Karena itulah dengan  berbagai kelebihan yang dimilikinya, sukuk dapat digunakan untuk pembiayaan  berbagai proyek infrastruktur dan proyek lain untuk peningkatan kesejahteraan  masyarakat. Bagi investor, berinvestasi pada sukuk akan mendapatkan imbal hasil  yang tinggi.</p>
<p align="justify">Selain itu, tentunya keuntungan yang diperoleh investor  bisa dijamin kehalalannya. Hal itulah yang selama ini membuat banyak warga  muslim yang berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri relatif enggan  berinvestasi pada obligasi negara.</p>
<p align="justify">Untuk saat ini,memang berinvestasi  pada sukuk kurang memiliki likuiditas. Ini karena sukuk merupakan barang  baru.Namun, seiring dengan perjalanan waktu dan rencana pemerintah untuk terus  mengeluarkan berbagai varian sukuk,tentunya likuiditas berinvestasi pada sukuk  akan terus meningkat. *) Disarikan dari wawancara</p>
<p align="justify">Oleh : Gunawan Yasni<br />
Anggota Badan Pelaksana Dewan Syariah Nasional MUI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/09/28/sukuk-diminati-investor/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PESAN TENTANG SUKUK NEGARA</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/21/pesan-tentang-sukuk-negara/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/21/pesan-tentang-sukuk-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 15:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Capital Market]]></category>

		<category><![CDATA[Economics, Finance &amp; Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/08/21/pesan-tentang-sukuk-negara/</guid>
		<description><![CDATA[



K.H. MA&#8217;RUF AMIN - KETUA PELAKSANA HARIAN
DEWAN SYARIAH NASIONAL - MUI
Prepared by: M. G. Yasni
(anggota BPH DSN-MUI Pokja Pasar Modal &#38; Program)
&#160;
Bismillaah, Alhamdulillaah, Laa hawla wa laa quwwata illa billaah.

Sukuk Negara merupakan wahana investasi yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah secara umum dan telah mempunyai landasan 4 fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4   </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>     </xml><![endif]--><br />
<style></style>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<h2 align="center">K.H. MA&#8217;RUF AMIN - KETUA PELAKSANA HARIAN</h2>
<h2 align="center"><strong>DEWAN SYARIAH NASIONAL - MUI</strong></h2>
<p align="center"><strong>Prepared by: M. G. Yasni</strong></p>
<p align="center"><strong>(anggota BPH DSN-MUI Pokja Pasar Modal &amp; Program)</strong></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>Bismillaah, Alhamdulillaah, Laa hawla wa laa quwwata illa billaah.</strong></p>
<ul>
<li><strong>Sukuk Negara merupakan wahana investasi yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah secara umum dan telah mempunyai landasan 4 fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dan UU No. 19 tahun 2008 tentang Sukuk Negara.</strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Keberadaan sukuk negara  akan menambah portofolio instrumen investasi berbasis syariah di Indonesia dan pada akhirnya akan memajukan sistem keuangan berbasis syariah secara global.</strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Fatwa Ijarah khususnya Sale and Lease back yang dipergunakan untuk penerbitan sukuk negara dalam mata uang Rupiah, akan disusul dengan sukuk negara global mata uang asing dan sesungguhnya dapat juga dipergunakan juga untuk penerbitan sukuk korporasi ke depan.</strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Dewan Syariah Nasional memandang terbitnya sukuk negara dan sukuk korporasi Indonesia sebagai berhasilnya Islam menjadi rahmatan lil ‘aalamiin (berdaya guna bagi banyak pihak) di Indonesia dan dunia.</strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Berinvestasilah pada sukuk yang halaalan thoyyiiban dan dapatkan manfaatnya, yaitu keuntungan di akhirat dan dunia  yang Insya Allah, membawa barokah bagi investor, barokah bagi bangsa dan negara Indonesia.</strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/21/pesan-tentang-sukuk-negara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Intermezzo</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/17/intermezzo/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/17/intermezzo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 12:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Human &amp; Islamic Base Defensive Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/08/17/intermezzo/</guid>
		<description><![CDATA[ 
 Oleh:Yusmardi Yasni – The Sensei
ISLAMIC BASE DEFENSIVE ARTS ( IBDA )
Seni Pertahanan Diri Islami ( SENDI Islami )
Pada kesempatan ini, bertepatan dengan HUT saya yang ke 56 tahun (14 Juli 2008), maka tidak ada tulisan mengenai hal-hal spesifik ilmu beladiri. Disini penulis mencoba memainkan jari-jari sesuai kata hati, renungan, daya pikir dan semangat.
CERITA DALAM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 
<p align="center"> <!--[if gte mso 9]><xml>           </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>     Normal   0         false   false   false                             </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>     </xml><![endif]-->Oleh:Yusmardi Yasni – The Sensei
<p align="center"><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--><strong><u>ISLAMIC BASE DEFENSIVE ARTS ( IBDA )</u></strong>
<p align="center"><strong>Seni Pertahanan Diri Islami ( SENDI Islami )</strong></p>
<p align="justify">Pada kesempatan ini, bertepatan dengan HUT saya yang ke 56 tahun (14 Juli 2008), maka tidak ada tulisan mengenai hal-hal spesifik ilmu beladiri. Disini penulis mencoba memainkan jari-jari sesuai kata hati, renungan, daya pikir dan semangat.</p>
<p><em>CERITA DALAM PUISI :</em>
<p align="center"><strong><u>*** Pengalamanku ***</u></strong></p>
<p align="justify"><strong>Guru</strong> terbaik adalah pengalaman &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Karena <strong>&#8216;dia&#8217;</strong> mengajari cara-cara bertahan hidup &#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">Karena <strong>‘dia&#8217;</strong> mengajari cara meningkatkan hidup &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Karena <strong>‘dia&#8217;</strong> mengajari cara yang baik untuk &#8230;&#8230;&#8230;.. mati!</p>
<p align="justify"><strong>Guru</strong> terbaik adalah pengalaman &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify"><strong>&#8216;Dia&#8217;</strong> menjadi murah dan menyenangkan, bisa &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify"><strong>&#8216;Dia&#8217;</strong> menjadi mahal dan pahit + getir, bisa juga &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify"><strong>&#8216;Dia&#8217;</strong> didapatkan sesuai ilmu dan cita-cita &#8230;&#8230;&#8230;.. yang dimiliki!</p>
<p align="justify">Ilmu diturunkan kedunia oleh <strong>&#8220;Tuhan&#8221;</strong>, Sang Maha Guru &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Ilmu yang terbagi-bagi diterima <strong>&#8216;manusia&#8217;</strong>, Maha Guru &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Ilmu yang terbatas-batas diterima <strong>&#8216;manusia&#8217;</strong>, Guru &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">(Keping-keping) ilmu diterima <strong>‘manusia&#8217;</strong>, &#8230;&#8230;&#8230;.. Murid!</p>
<p align="justify">Murid <strong>‘membeli&#8217;</strong> keping-keping ilmu dari Guru, <strong>manusia </strong>&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Guru <strong>‘membeli&#8217;</strong> bagian-bagian ilmu dari Maha Guru, <strong>manusia </strong>&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Maha Guru <strong>‘membayar&#8217;</strong> percikan ilmu dari Sang Maha Guru, <strong>Tuhan</strong> &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify">Sang Maha Guru <strong>&#8216;menurunkan&#8217;</strong> bagian terbesar ilmu dalam &#8230;&#8230;&#8230;.. <strong>pengalaman!</strong></p>
<p align="justify"><strong>Murid, manusia</strong> yang mempelajari ilmu dan mendapat pengalaman &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify"><strong>Guru dan Maha Guru, manusia </strong>yang mengajarkan ilmu untuk hidup &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p align="justify"><strong>Sang Maha Guru,Tuhan</strong> yang menyempurnakan ilmu dan pengalaman hidup,</p>
<p align="justify">Kepada siapa harus dipertanggung jawabkan &#8230;&#8230;&#8230;.. <strong>segala ilmu dan pengalaman!</strong></p>
<p align="justify"><strong>Guru terbaik adalah pengalaman &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong></p>
<p align="right"> </p>
<p align="right">Jakarta, 14 Juli 2007</p>
<p align="right">(di usia yang ke 55 tahun)</p>
<p align="right"><strong><u>Yusmardi Yasni</u></strong></p>
<p align="right"> </p>
<p><em><u>Ilustrasi :</u></em>
<p align="justify">Kebanyakan orang berpikir bahwa <strong>ilmu </strong>didapat <strong> </strong>melalui suatu jenjang pendidikan, tepat sekali!. Tetapi pendidikan &#8216;kan mahal?. Apalagi di Indonesia pada saat dan kondisi ekonomi yang seperti sekarang ini, buat makan sehari-hari saja sudah susah &#8230;. apalagi buat bayar sekolah yang mahal-mahal. Sekolah diperguruan tinggi dan menjadi Sarjana, mungkin yang berhak untuk itu hanya orang kaya dan anaknya saja!.</p>
<p align="justify">Namun lucu juga, kalau mengkhayal: seandainya semua orang menjadi sarjana dan semuanya ingin jadi pejabat atau kerja kantoran atau jadi orang kaya atau jadi boss &#8230;. lalu siapa yang nggarap sawah atau menanam sayur atau memelihara sapi, kambing, ayam, dan lain-lainnya?. Siapa yang nyapu jalan atau ngangkut sampah atau bikin jalan aspal dan got &#8230;&#8230;. robot ngkali ya?.</p>
<p align="justify">Mungkin kita harus belajar dari paham nenek moyang kita dari zaman baheula, yang mungkin juga sudah dianggap kuno alias ketinggalan zaman. Kali ini akan dipaparkan tentang <strong>Adat Urang Minangkabau</strong> tempo doeloe mengupayakan jenjang pendidikan bagi anak dan kemenakannya &#8230;.. adat nan tak lakang dek paneh, tak lapuk dek hujan!.</p>
<p align="justify">Jenjang pendidikan yang praktis dan minimalis ini diusahakan oleh orang tua atau bisa secara gotong royong oleh para pamannya ( karena secara adat kalau ada anak yang tidak sekolah, maka yang ditanya orang &#8230;.. siapa pamannya?).</p>
<p>Jenjang pendidikan yang dimaksud adalah sebagai berikut:1. Dikumandangkan azan ditelinganya, sewaktu baru lahir kedunia.2. Diajarkan agama, sembahyang dan mengaji semasa kecil dan remaja.3. Diajarkan baca-tulis, bekerja tangan dan berdagang yang baik.4. Diajarkan ilmu silat untuk membela diri.5. Diizinkan untuk merantau mencari ilmu yang berguna dan rezeki yang halal untuk dibawa pulang kekampung halaman.
<p align="justify">Jadi jelas terlihat disini bahwa yang utama harus dimiliki adalah iman dan takwa kepada Allah swt. dan setelah itu adalah ilmu pengetahuan &amp; keterampilan dasar agar dapat berkomunikasi dengan masyarakat luas dan memiliki kemampuan mencari nafkah untuk hidup (mungkin analoginya pada masa sekarang ini adalah wajib belajar selama 9 tahun, dimulai usia 6 tahun). Dan tidak lupa adalah latihan/olah raga beladiri untuk membentuk tubuh yang sehat/kuat dan mental yang tangguh serta keterampilan beladiri menghadapi para penjahat. Dan setelah dianggap cukup bekalnya, maka diperbolehkan mencari ilmu yang lebih tinggi ataupun mencari rezeki, membangun meningkatkan ekonomi keluarga dikampung halaman. Merantau dan bergantung pada ikhtiar dan menerima takdir Illahi dengan ikhlas dan ridho, berpantang putus asa!. Ini adalah jenjang pendidikan yang realistis, praktis dan dinamis manusiawi warisan orang tua zaman baheula, mungkin cukup relevan bagi banyak orang dizaman modern yang serba canggih yang bisa membuat banyak orang berkhayal diawang-awang ( eh, &#8216;ntar dulu &#8230;&#8230;.  berkhayal &#8216;khan hak asasi orang, gratis lagi!). Sebagai penambah khasanah, sedikit cerita tentang &#8216;kerajaan semut&#8217; Hashemite Kingdom of Yordania yang penduduknya memiliki kemiripan adat dan etos kerja yang mirip dengan Adat Urang Minagkabau yang sangat peduli dengan jenjang pendidikan dan merantau demi ilmu dan rezeki. Pantauan kami pada 1986, berpenduduk +/- 4 juta manusia dimana +/- 2,8 juta manusia adalah sarjana dari berbagai cabang ilmu yang umumnya didapat dalam perantauan. Dan hampir 2 juta dintaranya bekerja dinegeri lain, mengirimkan  sebagian pendapatan mereka kenegerinya sebagai investasi untuk membangun bangsa dan negara yang maslahat. H.K.Yordania terkenal dengan sistem koperasinya yang sangat dominan sebagai pelaku ekonomi, contoh : Civil Service yang menguasai 70% dari pengadaan dan pemasaran SEMBAKO dan kebutuhan strategis masyarakat yang lain melalui general store yang besar ditiap kota, milik koperasi sendiri. Mungkin karena tanah air mereka miskin akan sumber daya alam ( hanya rock phosphate dan pupuk KCl ), jadi setiap Rupiah &#8230;.. eh maaf, mata uangnya Dinar dari emas murni yang sampai sekarang nilai tukarnya paling tinggi didunia, jadi harus dikelola dengan sangat hati-hati dan jujur/transparan.</p>
<p><em>PUISI DALAM CERITA :</em>
<p align="justify">Setahun yang lalu, seorang teman memberi sebuah kitab suci Al-Qur&#8217;an dalam format Utsmany sebagai hadiah ulang tahun ke 55, disertai anjuran untuk membaca surah Ar-Rahmaan (QS 55) sesuai usia pada waktu itu. Dengan rasa terima kasih atas semua itu, sesampai dirumah dibuka dan dibandingkan dengan kitab suci Al-Qur&#8217;an semua yang ada dirumah (berbagai format) dan terlihat perbedaannya &#8230;&#8230; kemudian ditaruh pada rak tertinggi pada lemari buku, jadi lupa deh karena kesibukan sehari-hari. Pada bulan Ramadhan (tahun 2007), karena ada acara silaturrahmi keluarga dikota Semarang dan dapat giliran jaga rumah &#8230;&#8230;&#8230;. ingat mengaji pake Al-Qur&#8217;an baru dan pertama-tama ingat pesan sipemberi hadiah. Seingat saya surah ini seringkali dibacakan oleh para anak yatim-piatu yang diundang pada acara syukuran atau ulang tahun keluarga besar kami, atau mungkin juga pada keluarga orang lain. Agar lebih paham artinya, maka saya ambil buku terjemahan dan membaca terjemahan surah Ar-Rahmaan.</p>
<p align="justify">Lewat pertengahan malam saya terbangun kemudian berwudhu, ditengah keheningan  malam saya mengaji dengan perlahan-lahan dan terasa berat untuk menyelesaikan bacaan, karena terputus oleh suatu perasaan yang sukar dilukiskan lewat kata/kalimat setiap kali membaca ayat :&#8221;Fabiayyi aalaa &#8216;irabbikumaa tukazzibaan&#8221; ( maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? ) &#8230;&#8230; bergetar seluruh kalbu serta merebaklah air mata, 31 kali Allah swt. bertanya dalam surah itu, sudahkah aku dapat menyadarinya dan bersyukur atas semua nikmat yang diberikanNya?.</p>
<p align="justify">Setelah selesai mengaji dilanjutkan dengan sholat tengah malam (al-lail), terasa sekali sembahyang-ku lain sekali dengan yang selama ini kujalankan secara rutin &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; terasa begitu nikmat, tenteram, damai dan terasa begitu dekat dengan Sang Pencipta.</p>
<p align="justify">Setahun telah berlalu dan aku mulai dapat menarikan jari-jari ini untuk melukiskan sedikit rasa dan pengalamanku diusia yang ke 55 sampai yang ke 56. Sejak terjadinya peristiwa &#8216;terasa&#8217; inilah sembahyang-ku terasa lebih berisi dan kemampuan/kepekaan &#8216;iqra&#8217; lebih meningkat terang, demikian juga dengan meningkatnya rasa kesabaran. Memang kalau kita membicarakan tentang rahasia-rahasia cahaya ilham atau ilmu laduni itu cukup rumit, namun dapat berpedoman sebagaimana diluruskan dalam Al-Qur&#8217;an, surah Asy-Syam (QS 91: 7,8,9 dan 10) sebagai berikut :</p>
<p align="justify">&#8220;Demi jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya),&#8221;</p>
<p align="justify">&#8220;maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (kefasikan) dan ketakwaannya,&#8221;</p>
<p align="justify">&#8220;sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,&#8221;</p>
<p align="justify">&#8220;dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya&#8221;</p>
<p align="justify">Merujuk terutama kepada Imam Besar Al-Ghazali, maka manusia akan memperoleh cahaya ilham melalui 3 (tiga) cara, yaitu :</p>
<p>Pertama : mendapat anugerah dari Allah swt., ini tentunya suatu keberuntungan dan hanya bagi orang-orang tertentu yang dikehendakiNya.
<p align="justify">Kedua    : melalui jalan riyadhah/mujahadah (belajar dan berlatih) yang benar dan disertai proses muraqabah (mendekatkan diri  kepada Allah swt.).</p>
<p align="justify">Ketiga    : melalui jalan tafakkur, jika jiwa belajar dan senang pada suatu ilmu dan kemudian berpikir untuk meningkatkan obyek yang diketahuinya dengan metode yang benar, maka terbuka bagi jiwa  pintu ilmu yang belum pernah diketahuinya sebelumnya.</p>
<p><em><u>Ilustrasi :</u></em><u>** Yang baik-baik saja ! </u><u>**</u>Diberi mata, maka melihatlah pada &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Diberi telinga, maka mendengarlah pada &#8230;&#8230;&#8230;..Diberi otak, maka berpikirlah &#8230;&#8230;&#8230;..Diberi mulut, maka berbicaralah &#8230;&#8230;&#8230;..Diberi hati, maka tanyailah untuk pertimbangan &#8230;&#8230;&#8230;..Yang mendapat ridho Allah swt., tentunya yang baik-baik saja !*****************<em>CERITA DALAM CERITA</em> :
<p align="justify">Agama Islam selalu menyuruh ummatnya agar mencari ilmu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir, ada banyak ayat/surah dalam Al-Qur&#8217;an yang tersurat dan tersirat mengenai hal ini, dan juga ada banyak hadits Rasulullah dan Nabi Muhammad saw. mengenai hal ilmu. Dalam  hal ini Allah swt. berfirman sebagai berikut ini :</p>
<p align="justify">&#8220;&#8230;&#8230;&#8230; Katakanlah: adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?.Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran&#8221;.</p>
<p align="justify">(Surah Az-Zumar, QS 39: 9)</p>
<p align="justify">&#8220;&#8230;&#8230;&#8230; Allah meninggikan orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat &#8230;&#8230;&#8230;&#8221;.</p>
<p align="justify">(Surah Al-Mujaadalah, QS 58: 11)</p>
<p align="justify">Jadi sebagai muslimin/muslimat wajiblah menuntut ilmu tanpa batasan umur, selama hayat dikandung badan dan akal masih berfungsi. Hal ini tersurat dan tersirat juga pada hadits Rasulullah dan Nabi Muhammad saw sebagai berikut :</p>
<p align="justify">&#8220;Menuntut ilmu merupakan kewajiban yang dipikulkan kepada pundak setiap pribadi ummat Islam, baik laki-laki maupun perempuan&#8221;.</p>
<p align="justify">(diriwayatkan HR.Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)</p>
<p align="justify">Pada zaman keemasan kekhalifahan Islam diabad ke-7 sampai ke-14 yang silam, para ilmuwan Islam berhasil membina suatu peradaban Islam yang merupakan peradaban maju dibandingkan peradaban Eropa/Western pada waktu itu, hal ini dimungkinkan karena menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap pribadi muslim bahkan  dianggap sebagai bagian dari ibadah. Pada waktu ummat Islam berhasil memiliki peradaban maju berdasarkan &#8216;tiga pilar&#8217;, yaitu : ilmu pengetahuan, filasafat dan kesenian. Tetapi mengapa sekarang menjadi tertinggal dari Western/Eropa?. Jawabannya terpulang pada diri kita masing-masing, apakah kita mau kembali menjadikan Al-Qur&#8217;an dan Hadits sebagai penuntun hidup didunia dan bekal akhirat nanti?. Sebagaimana difatwakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalin r.a: Ilmu adalah lebih baik daripada harta.Karena ilmu akan menjaga anda, sedangkan anda harus menjaga harta. Dan harta akan habis/berkurang kalau dibelanjakan/dibagi-bagi, sedangkan ilmu semakin bertambah kalau dibagi-bagi/diamalkan.</p>
<p align="justify">Sebagai ummat Islam yang mewarisi &#8220;2 pusaka sakti&#8221;, yaitu: Al-Qur&#8217;an dan Hadits yang tak tertandingi didunia dan sebagai bekal diakhirat, siapa yang akan mulai untuk belajar dan bekerja keras menjadi ilmuwan Islam?. Jawabnya adalah IBDA bi&#8217;nafsik, mulailah dari dirimu sendiri!.</p>
<p align="justify">Mungkin intermezzo sampai disini dulu ya, lain kali kita sambung lagi dengan topik-topik yang lebih bermutu. Wabillahi taufik walhidayah, wassalamu alaikum w.w.</p>
<p align="justify"> </p>
<p align="justify">Featured : Yusmardi Yasni/Muslim Ghafarrah</p>
<p align="justify">NB: Salam hormat untuk kawan-kawan Thaifah Manshurrah dimana saja berada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/17/intermezzo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Upaya Perbaikan Gizi Anak di Mulai Dari Rumah</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/10/upaya-perbaikan-gizi-anak-di-mulai-dari-rumah/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/10/upaya-perbaikan-gizi-anak-di-mulai-dari-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 13:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health By Asmilia Makmur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/08/10/upaya-perbaikan-gizi-anak-di-mulai-dari-rumah/</guid>
		<description><![CDATA[By : Asmilia Makmur 
Menurut saya, gizi seorang anak usia 0 s/d usia sekolah dasar sangat bergantung kepada perilaku ibu di rumah menyediakan dan memberikan makanan kepada anaknya. Perilaku/kebiasaan ibu ini merupakan titik penting penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan kompetitif. Salah satu kebiasaan penting yang harus terus dibudayakan adalah kebiasaan sarapan untuk anak.&#8221;Sarapan terbukti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center">By : Asmilia Makmur </p>
<p style="text-align: justify">Menurut saya, gizi seorang anak usia 0 s/d usia sekolah dasar sangat bergantung kepada perilaku ibu di rumah menyediakan dan memberikan makanan kepada anaknya. Perilaku/kebiasaan ibu ini merupakan titik penting penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan kompetitif. Salah satu kebiasaan penting yang harus terus dibudayakan adalah kebiasaan sarapan untuk anak.&#8221;Sarapan terbukti mampu membuat anak-anak lebih konsentrasi saat belajar di sekolah. Karena itu selayaknya sejak awal bunda membiasakan anak-anak untuk mau sarapan. Tentu saja bukan sekedar sarapan yang mengenyangkan. Namun yang dimaksud di sini adalah sarapan yang berkualitas sebagai pasokan utama untuk memicu konsentrasi otak anak-anak saat menerima pelajaran&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Manfaat sarapan sehat</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sarapan bukan hanya sekedar mengisi perut. Namun para ahli gizi meyakini sarapan sarapan dalah fondasi kuat untuk memetik manfaat untuk meraih kehidupan sehat yang lebih lama. Mereka yang senantiasa memulai aktifitas hariannya dengan sarapan terbukti lebih sehat karena:</p>
<p style="text-align: justify">Pasokan nutrisi yang mengandung protein, vitamin dan mineral lebih banyak daripada yang sekedar yang mengandung karbohidrat dan lemak saja</p>
<p style="text-align: justify">Konsentrasi terhadap pelajaran ataupun pekerjaan lebih baik dibandingkan mereka yang tidak sarapan atau yang sarapan namun tidak cukup berkualitas</p>
<p style="text-align: justify">Mereka yang sarapan berkualitas, lebih mampu mempertahankan berat badannya ketimbang mereka yang meniadakan sarapan</p>
<p style="text-align: justify">Menu makanan dengan kadar kolesterol rendah akan menekan ancaman penyakit serangan jantung.</p>
<p style="text-align: justify">Menurut The American Dietetic Association, anak-anak yang sarapan dengan menu gizi seimbang lebih mudah berkonsentrasi, mudah memecahkan permasalahan yang diajukan, dan koordinasi gerak dan tangan dan mata lebih baik, kewaspadaannya juga lebih tinggi, lebih kreatif dan amat menikmati hari-harinya di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Tips agar anak mau sarapan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sediakan di piring khusus yang menarik perhatian anak, sehingga anak tertarik untuk mau makan. Agar tidak tergesa-gesa di pagi hari, siapkan sarapan sebelum anak selesai mandi dan berkemas hendak berkemas berangkat sekolah.</p>
<p style="text-align: justify">Ajak anak makan bersama ayah dan bunda agar anak melihat ayah dan bunda juga antusias dengan sarapan sebagai acara membuka hari.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Respon Pemerintah</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tak mau ketinggalan, pemerintah sejak tahun 1996 pemerintah menggulirkan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah PMT-AS sebagai wujud perbaikan gizi anak SD/MI. Menurut saya, upaya ini merupakan rencana cadangan apabila anak SD/MI tersebut tidak sarapan di rumahnya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify">Namun sayang, hasilnya ternyata belum maksimal, diperlihatkan oleh hasil penelitian Yayasan Kusuma Buana (2000). Murid SD Pisangan Baru 05 Jakarta Timur, memiliki prevalensi anemia tinggi di antara siswanya, 69,1 persen. Artinya, hampir tujuh di antara 10 siswa mengalami anemia gizi besi (<em>Kompas</em>, 1/2/ 2001).</p>
<p style="text-align: justify">Jadi, tunggu apa lagi ibu-ibu? Mari budakan sarapan untuk pada anak-anak Anda tercinta&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify"> </p>
<p style="text-align: justify">-Inspired by majalah Bening - Jumadhil Akhir 1429 H -</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/10/upaya-perbaikan-gizi-anak-di-mulai-dari-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DSN minta bank sesuaikan investasi</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/05/dsn-minta-bank-sesuaikan-investasi/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/05/dsn-minta-bank-sesuaikan-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 03:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Gunawan Yasni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Economics, Finance &amp; Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/08/05/dsn-minta-bank-sesuaikan-investasi/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA: Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia meminta perbankan menyesuaikan kembali produk simpanan investasi syariah yang terkait dengan komoditas karena mengandung unsur spekulasi.
Muhammad Gunawan Yasni, anggota DSN-MUI, mengatakan mayoritas ulama sepakat transaksi berjangka dengan penyelesaian kewajiban dari kedua belah pihak pada suatu waktu di masa datang secara syariah terlarang karena adanya kandungan gharar atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA: Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia meminta perbankan menyesuaikan kembali produk simpanan investasi syariah yang terkait dengan komoditas karena mengandung unsur spekulasi.</p>
<p>Muhammad Gunawan Yasni, anggota DSN-MUI, mengatakan mayoritas ulama sepakat transaksi berjangka dengan penyelesaian kewajiban dari kedua belah pihak pada suatu waktu di masa datang secara syariah terlarang karena adanya kandungan gharar atau risiko yang berlebihan.</p>
<p>Dia menjelaskan transaksi dengan penjualan sesuatu yang belum dimiliki atau dikuasai oleh penjual (short sale), secara syariah termasuk dalam transaksi terlarang.</p>
<p>“Kecuali beberapa kontrak seperti salam yang mayoritas ulama menerimanya. Banyak bukti yang menunjukkan penjualan semacam ini mendorong perilaku spekulatif berlebihan yang mengarah ke perjudian,” ujarnya, baru-baru ini.</p>
<p>Menurut dia, ulama juga menyoroti penyerahan fisik yang bukan menjadi tujuan penyelesaian kontrak. Dalam banyak kasus di bursa berjangka, transaksi biasanya berakhir dengan pembayaran kas atau melalui pembalikan transaksi perdagangan sebelum waktu penyerahan, tanpa adanya penyerahan fisik.</p>
<p>Ketidakpastian mengenai adanya penyerahan fisik itu menyebabkan komoditas yang dijualbelikan diragukan keberadaannya sehingga berisiko.</p>
<p>Gunawan menuturkan sifat kontrak berjangka dapat menjurus ke arah perjudian (maysir) ketika harga komoditas tersebut berubah-ubah dan sulit untuk ditebak pergerakannya khususnya pada kontrak berjangka valuta asing.</p>
<p>“Keuntungan dan kerugian yang bahkan bisa tidak terbatas membuat kontrak ini bisa berubah menjadi sekadar a game of chance [perjudian] yang jelas mendorong perilaku spekulatif,” terangnya.</p>
<p>Dia mengkritik aspek lindung nilai dan spekulasi yang makin tidak jelas. Hal itu, kata Gunawan sama saja mengamputasi fungsi perbankan syariah sebagai lembaga intermediasi.</p>
<p>Dimuat di situs <a href="http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;vnw_lang_id=2&amp;ptopik=A15&amp;cdate=04-AUG-2008&amp;inw_id=617172">bisnis.com</a> pada tanggal 4 Agustus 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/08/05/dsn-minta-bank-sesuaikan-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Pejuang Ekonomi Syariah / For The Mujaheed of Sharia Economics</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/30/untuk-pejuang-ekonomi-syariah-for-the-mujaheed-of-sharia-economics/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/30/untuk-pejuang-ekonomi-syariah-for-the-mujaheed-of-sharia-economics/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 07:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Capital Market]]></category>

		<category><![CDATA[Economics, Finance &amp; Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/07/30/untuk-pejuang-ekonomi-syariah-for-the-mujaheed-of-sharia-economics/</guid>
		<description><![CDATA[Bertahun-tahun adalah sebuah penantian yang cukup panjang untuk menunggu keluarnya dua undang-undang syariah ini, UU no. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan UU no. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dengan dua undang-undang ini, Insya Allah, tahun-tahun rahmatan lil &#8216;aalamiin di Indonesia dimulai untuk menghasilkan kembali keadaan yang lebih baik yang tentunya harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Bertahun-tahun adalah sebuah penantian yang cukup panjang untuk menunggu keluarnya dua undang-undang syariah ini, UU no. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan UU no. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dengan dua undang-undang ini, Insya Allah, tahun-tahun rahmatan lil &#8216;aalamiin di Indonesia dimulai untuk menghasilkan kembali keadaan yang lebih baik yang tentunya harus dimulai dari diri kita masing-masing. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kekuatanNya kepada para pejuang ekonomi syariah, aamiin. Selamat membaca dua undang-undang syariah ini. Semoga bermanfaat.</p>
<p align="justify">Years are a long period to wait for the issuance of these two sharia laws, State Law no. 19 year 2008 on Government Sukuk and State Law no. 21 year 2008 on Sharia Banking. With these two laws, Insya Allah, the years of rahmatan lil &#8216;aalamiin in Indonesia is begun to rebuild better condition which has to be started by our eachself. May Allah The Almighty will always give His Strength to the mujaheeds of sharia economics, aameen. Happy reading for these 2 state laws. May these be useful.</p>
<p align="justify"><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/uu-19-tahun-2008-sbsn.pdf" title="uu-19-tahun-2008-sbsn.pdf">uu-19-tahun-2008-sbsn.pdf</a></p>
<p align="justify"><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/uu-21-tahun-2008-perbankan-syariah.pdf" title="uu-21-tahun-2008-perbankan-syariah.pdf">uu-21-tahun-2008-perbankan-syariah.pdf</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/30/untuk-pejuang-ekonomi-syariah-for-the-mujaheed-of-sharia-economics/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KSF Evaluasi Pengembangan Posyandu di Kebumen</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/27/ksf-evaluasi-pengembangan-posyandu-di-kebumen/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/27/ksf-evaluasi-pengembangan-posyandu-di-kebumen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 09:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health By Asmilia Makmur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/07/27/ksf-evaluasi-pengembangan-posyandu-di-kebumen/</guid>
		<description><![CDATA[Yayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF) kemarin mengevaluasi pengembangan 15 posyandu hasil kerja sama dengan Pemkab Kebumen di Desa Karang Poh dan Kedawung Kecamatan Pejagoan. Hasilnya, jumlah balita yang datang ke pos pelayanan terpadu setiap tahun diketahui selalu meningkat.
Konsultan KSF Asmilia Makmur Yasni mengatakan sejak dilakukan pendampingan KSF terhadap 15 unit posyandu tahun 2005 lalu jumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/rustristevekartika.JPG" title="rustristevekartika.JPG"><img src="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/rustristevekartika.thumbnail.JPG" alt="rustristevekartika.JPG" align="left" /></a>Yayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF) kemarin mengevaluasi pengembangan 15 posyandu hasil kerja sama dengan Pemkab Kebumen di Desa Karang Poh dan Kedawung Kecamatan Pejagoan. Hasilnya, jumlah balita yang datang ke pos pelayanan terpadu setiap tahun diketahui selalu meningkat.</p>
<p align="justify">Konsultan KSF Asmilia Makmur Yasni mengatakan sejak dilakukan pendampingan KSF terhadap 15 unit posyandu tahun 2005 lalu jumlah kunjungan balita datang ke posyandu terus meningkat. Sampai Mei 2008 lalu jumlah balita datang ke posyandu di Desa Kedawung mencapai 90% padahal sebelumnya 50%. Sedangkan di Desa Karang Poh dari 56% menjadi 92%. <em>“jumlah balita di kedua desa itu sendiri pada Mei 2008 tercatat masing-masing Desa Kedawung 609 balita dan Desa Karang Poh 229 balita,”</em> kata Asmilia kepada SINDO, kemarin.</p>
<p align="justify"><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/asmilia.JPG" title="asmilia.JPG"><img src="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/asmilia.thumbnail.JPG" alt="asmilia.JPG" align="left" /></a>Menurut Asmilia, bantuan yang diberikan dalam pendampingan bukan dana murni. Pendampingan yang dilakukan yakni pembentukan tim pengelola posyandu (TPP) di kedua desa dan pelatihan kader posyandu. Pelatihan meliputi penggunaan buku kesehatan ibu dan anak (KIA), perawatan balita sehat/sakit, imunisasi dan penyakit menular. Besaran dananya Rp. 600.00 untuk 15 unit posyandu/satu tahun atau Rp. 50.000/posyandu/bulan. Uang itu digunakan untuk kegiatan simpan pinjam dan pemberian makanan tambahan (PMT).</p>
<p align="justify">Selain kunjungan balita ke Posyandu meningkat, jumlah kader aktif posyandu di kedua desa juga bertambah. Jumlah kader aktif di Desa Kedawung dari 25 orang bertambah menjadi 63 orang. Sedangkan di Desa Karang Poh dari 17 orang menjadi 30 orang.</p>
<p align="justify"><a href="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/asmilia-on-the-spot.JPG" title="asmilia-on-the-spot.JPG"><img src="http://mgyasni.niriah.com/wp-content/uploads/2008/07/asmilia-on-the-spot.thumbnail.JPG" alt="asmilia-on-the-spot.JPG" align="left" /></a>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr. H A Dwi Budi Satrio menyambut baik kerjasama yang dilakukan dengan KSF. Menurutnya, posyandu yang dibina KSF adalah perintis untuk menumbuhkan model posyandu yang lebih baik. Sebab, sistem pengelolaannya mengintegrasikan kebudayaan lokal. <em>“Pemkab tidak akan lepas tangan. Kita akan mereplikasi posyandu rintisan KSF di desa-desa yang lain. Tentu saja dengan pembiayaan pemda mandiri,”</em> kata Budi. (abdul malik mubarak)</p>
<p align="justify">KEBUMEN (SINDO), 03 Juli 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/27/ksf-evaluasi-pengembangan-posyandu-di-kebumen/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>INVESTMENT IN ISLAMIC HUMAN RESOURCES</title>
		<link>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/22/investment-in-islamic-human-resources/</link>
		<comments>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/22/investment-in-islamic-human-resources/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Agusti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Economics, Finance &amp; Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Human &amp; Islamic Base Defensive Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgyasni.niriah.com/2008/07/22/investment-in-islamic-human-resources/</guid>
		<description><![CDATA[The Perspective in Islamic Base Defensive Art
By Muhammad Gunawan Yasni
“A strong Muslim, is better and more beloved by Allah than a weak Muslim” (H.R. Bukhari Muslim).
The economic value of a nation is greatly determined by the quality of the individual citizens. Therefore, investment in human resources will determine the capacity and economic productivity of a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>The Perspective in Islamic Base Defensive Art</strong></p>
<p align="center">By Muhammad Gunawan Yasni</p>
<p align="justify">“A strong Muslim, is better and more beloved by Allah than a weak Muslim” (H.R. Bukhari Muslim).</p>
<p align="justify">The economic value of a nation is greatly determined by the quality of the individual citizens. Therefore, investment in human resources will determine the capacity and economic productivity of a nation. Investment in human resources will not only enable a Muslim to be a professional in his field, but as to be physically, mentally, and spiritually resilient to face all kinds of obstacles, whether in his work, or life in general. In the last several years, Muslim professionals, as well as other professionals, are actively seeking mental and spiritual enlightenment as an internal re-investment process in themselves to be more prepared to face all the obstacles. The method of mental and spiritual enlightenment is believed to able to improve physical and spiritual abilities so that physical as well as non-physical illnesses will be avoided.</p>
<p align="justify">In fact, a comprehensive investment in human resources can be done in modern Islamic schools through the teaching of physical knowledge, spiritual knowledge, and martial arts to produce healthy and resilient islamic professionals. Islamic martial arts, when taught by the practitioner of Islamic Base Defensive Art (IBDA) has the benefit to increase mental/spiritual intelligence, physical fitness, and for healing purposes of physical and non-physical illnesses. Islamic martial arts may hold an important role in the continuing quest of investment in islamic human resources.</p>
<p align="justify">SELF PROCESSING-A PROCESS</p>
<p align="justify">“O you who believe! Endure and be more patient (than your enemy), and guard your territory by stationing army units permanently at the places from where the enemy can attack you, and fear Allah, so that you may be successful.” (Q.S. Ali-Imran : 200).</p>
<p align="justify">Self processing through learning of martial arts can be divided into 2 stages :</p>
<p align="justify">1.	Physical Practice are practices of martial arts routines such as karate, taekwondo, and other martial arts, as a combination of isometric practice (to strengthen the tone of muscles, which will improve muscle strength and bone mineralization) and isotonic (to improve muscle flexibility, increase blood flow and develop blood vessel resiliency</p>
<p align="justify"> 2.	Breathing Exercises and Inner Strength are the continuation of physical practice, where the students follow a method of breathing and more specific movements, coupled with dzikir (usually Asmaul Husn), to collect Illahiyah energy to be converted to bio-energy (inner strength). The result of this practice is having great inner strength as a defensive as well as healing power. Meditation and dzikir are one way to improve inner strength by collecting Illahiyah energy and improving spiritual intelligence, as a way to be closer to Allah SWT.</p>
<p align="justify">We can witness the case of the Japanese people, who sucessfully ‘forced’ their high school and university students to inherit the ‘bushido’ spirit of the Samurai, by practicing traditional Japanese martial arts such as Karate, Judo, and others, which results in the tremendous work ethics and productivity of the Japanese and turned them into an economic Super Power.</p>
<p align="justify">An illustration of Islamic martial arts can be seen in the hadits and the sayings of the Sahabat :<br />
Of Ali r.a. upon fighting a feared and well known Quraisy fighter, Rasulullah SAW said of his resolve, “On this day (critical day) the embodiment of Iman will face the embodiment of Kafir; there are no swords but Dzulfikar and no Man but Ali”</p>
<p align="justify">Whereby Ali r.a. replies to Rasulullah SAW’s praise of his physical, mental, and spiritual toughness in the face of the Qufar. : “There is no knowledge that I hold, save the knowledge Rasulullah SAW have imparted to me.”</p>
<p align="justify">Martial arts and Islamic inner strength with Allah SWT blessing can be one of the steps following investment in islamic human resources, in order to produce professionals who are tough physically, mentally, and spiritually. They will be full of optimism, motivated, humble, and tawwakal to Allah SWT. With those quality of human resources, the nation can achieve better results, with more productivity and more resilience in facing the challenges of work and life.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgyasni.niriah.com/2008/07/22/investment-in-islamic-human-resources/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
