By : Asmilia Makmur
Menurut saya, gizi seorang anak usia 0 s/d usia sekolah dasar sangat bergantung kepada perilaku ibu di rumah menyediakan dan memberikan makanan kepada anaknya. Perilaku/kebiasaan ibu ini merupakan titik penting penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan kompetitif. Salah satu kebiasaan penting yang harus terus dibudayakan adalah kebiasaan sarapan untuk anak.”Sarapan terbukti mampu membuat anak-anak lebih konsentrasi saat belajar di sekolah. Karena itu selayaknya sejak awal bunda membiasakan anak-anak untuk mau sarapan. Tentu saja bukan sekedar sarapan yang mengenyangkan. Namun yang dimaksud di sini adalah sarapan yang berkualitas sebagai pasokan utama untuk memicu konsentrasi otak anak-anak saat menerima pelajaran”.
Manfaat sarapan sehat
Sarapan bukan hanya sekedar mengisi perut. Namun para ahli gizi meyakini sarapan sarapan dalah fondasi kuat untuk memetik manfaat untuk meraih kehidupan sehat yang lebih lama. Mereka yang senantiasa memulai aktifitas hariannya dengan sarapan terbukti lebih sehat karena:
Pasokan nutrisi yang mengandung protein, vitamin dan mineral lebih banyak daripada yang sekedar yang mengandung karbohidrat dan lemak saja
Konsentrasi terhadap pelajaran ataupun pekerjaan lebih baik dibandingkan mereka yang tidak sarapan atau yang sarapan namun tidak cukup berkualitas
Mereka yang sarapan berkualitas, lebih mampu mempertahankan berat badannya ketimbang mereka yang meniadakan sarapan
Menu makanan dengan kadar kolesterol rendah akan menekan ancaman penyakit serangan jantung.
Menurut The American Dietetic Association, anak-anak yang sarapan dengan menu gizi seimbang lebih mudah berkonsentrasi, mudah memecahkan permasalahan yang diajukan, dan koordinasi gerak dan tangan dan mata lebih baik, kewaspadaannya juga lebih tinggi, lebih kreatif dan amat menikmati hari-harinya di sekolah.
Tips agar anak mau sarapan
Sediakan di piring khusus yang menarik perhatian anak, sehingga anak tertarik untuk mau makan. Agar tidak tergesa-gesa di pagi hari, siapkan sarapan sebelum anak selesai mandi dan berkemas hendak berkemas berangkat sekolah.
Ajak anak makan bersama ayah dan bunda agar anak melihat ayah dan bunda juga antusias dengan sarapan sebagai acara membuka hari.
Respon Pemerintah
Tak mau ketinggalan, pemerintah sejak tahun 1996 pemerintah menggulirkan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah PMT-AS sebagai wujud perbaikan gizi anak SD/MI. Menurut saya, upaya ini merupakan rencana cadangan apabila anak SD/MI tersebut tidak sarapan di rumahnya masing-masing.
Namun sayang, hasilnya ternyata belum maksimal, diperlihatkan oleh hasil penelitian Yayasan Kusuma Buana (2000). Murid SD Pisangan Baru 05 Jakarta Timur, memiliki prevalensi anemia tinggi di antara siswanya, 69,1 persen. Artinya, hampir tujuh di antara 10 siswa mengalami anemia gizi besi (Kompas, 1/2/ 2001).
Jadi, tunggu apa lagi ibu-ibu? Mari budakan sarapan untuk pada anak-anak Anda tercinta….
-Inspired by majalah Bening - Jumadhil Akhir 1429 H -
Leave a Reply