back to niriah

Book

M-Gunawan-Yasni-Books

KSF Evaluasi Pengembangan Posyandu di Kebumen

rustristevekartika.JPGYayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF) kemarin mengevaluasi pengembangan 15 posyandu hasil kerja sama dengan Pemkab Kebumen di Desa Karang Poh dan Kedawung Kecamatan Pejagoan. Hasilnya, jumlah balita yang datang ke pos pelayanan terpadu setiap tahun diketahui selalu meningkat.

Konsultan KSF Asmilia Makmur Yasni mengatakan sejak dilakukan pendampingan KSF terhadap 15 unit posyandu tahun 2005 lalu jumlah kunjungan balita datang ke posyandu terus meningkat. Sampai Mei 2008 lalu jumlah balita datang ke posyandu di Desa Kedawung mencapai 90% padahal sebelumnya 50%. Sedangkan di Desa Karang Poh dari 56% menjadi 92%. “jumlah balita di kedua desa itu sendiri pada Mei 2008 tercatat masing-masing Desa Kedawung 609 balita dan Desa Karang Poh 229 balita,” kata Asmilia kepada SINDO, kemarin.

asmilia.JPGMenurut Asmilia, bantuan yang diberikan dalam pendampingan bukan dana murni. Pendampingan yang dilakukan yakni pembentukan tim pengelola posyandu (TPP) di kedua desa dan pelatihan kader posyandu. Pelatihan meliputi penggunaan buku kesehatan ibu dan anak (KIA), perawatan balita sehat/sakit, imunisasi dan penyakit menular. Besaran dananya Rp. 600.00 untuk 15 unit posyandu/satu tahun atau Rp. 50.000/posyandu/bulan. Uang itu digunakan untuk kegiatan simpan pinjam dan pemberian makanan tambahan (PMT).

Selain kunjungan balita ke Posyandu meningkat, jumlah kader aktif posyandu di kedua desa juga bertambah. Jumlah kader aktif di Desa Kedawung dari 25 orang bertambah menjadi 63 orang. Sedangkan di Desa Karang Poh dari 17 orang menjadi 30 orang.

asmilia-on-the-spot.JPGSementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr. H A Dwi Budi Satrio menyambut baik kerjasama yang dilakukan dengan KSF. Menurutnya, posyandu yang dibina KSF adalah perintis untuk menumbuhkan model posyandu yang lebih baik. Sebab, sistem pengelolaannya mengintegrasikan kebudayaan lokal. “Pemkab tidak akan lepas tangan. Kita akan mereplikasi posyandu rintisan KSF di desa-desa yang lain. Tentu saja dengan pembiayaan pemda mandiri,” kata Budi. (abdul malik mubarak)

KEBUMEN (SINDO), 03 Juli 2008

Post DIPOSTING OLEH Reza Agusti | July 27, 2008

Leave a Reply