back to niriah

Book

M-Gunawan-Yasni-Books

Energi Dalam Tubuh

Oleh:Yusmardi Yasni – The Sensei

Pada tulisan pertama dan kedua telah dipaparkan tentang Olah Raga Pernafasan dan Olah Raga Beladiri, dimana kedua latihan tersebut menghasilkan peningkatan kekuatan fisik dan kesehatan tubuh yang cukup significant dan menjadi dambaan tiap manusia. Namun akan ada pertanyaan dalam hati :”sebenarnya yang diistilahkan bio-energi/hawa murni/tenaga dalam/Chi/Ki dan lainnya itu apa dan apakah setiap orang bisa atau boleh memilikinya?”.Dan timbul pertanyaan lain akan timbul :”bagaimana memelihara dan meningkatkannya?”. Dalam hal ini SENDI Islami mengawali analisa dan pendekatannya dari kitab suci Al-Qur’an, sebagaimana tersurat dan tersirat dalam surah Al-Mu’minuun (QS 23: 12,13 dan 14):

”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah”.
”Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)”.
”Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”.

Ketiga kutipan ayat diatas, diterangkan kembali dan diperjelas dalam surah As-Sajdah (QS 32: 8 dan 9) sebagaimana tersurat dan tersirat dibawah ini:

”Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani)”.
”Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”.

Dari 5 (lima) ayat yang dipetik dari surah ke 23 dan 32 kitab suci Al-Qur’an diatas, dapatlah diyakini bahwa bersatunya benih laki-laki dan benih wanita membentuk ’sesuatu’ yang hidup. Dan ’energi’ untuk membuat sesuatu itu tumbuh dalam rahim (ibunya) sampai menjadi bayi manusia. Dan Allah swt. Pada saatnya akan meniupkan roh kedalam tubuh jabang bayi manusia, menjadikan kelengkapan sistem pendengaran dan penglihatan serta yang terpenting adalah sebuah hati atau kalbu (Qalb) yang membuat manusia menjadi makhluk yang lain dari makhluk yang lain ciptaanNya. Manusia diciptakan Allah swt. sebagai makhluk yang paling sempurna (Al-Insaan) dengan memiliki hati (kalbu) dan dilengkapi sistem pendengaran serta penglihatan yang menjadikan manusia itu berakal, mampu berpikir dan menimbang mana yang baik atau buruk, benar atau salah dan lain-lainnya. Hal ini tersurat dan tersirat dalam Al-Qur’an, surah Al-Insaan (QS 76: 2) sebagaimana dibawah ini :

”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur * yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”.
*1536) maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.

Terlihat dan dapat disimpulkan dari ayat-ayat dari Al-Qur’an tersebut diatas, bahwa pada tubuh manusia terdapat 3 (tiga) unsur ”energi”, yaitu :

Energi yang berasal dari bercampurnya benih lelaki dengan perempuan, kemudian memungkinkan perubahan/pertumbuhan benih yang bercampur menjadi jabang bayi dalam rahim seorang ibu, lahir sebagai bayi dan menjadi dewasa serta memelihara seluruh tubuh dan organ-organ tubuh manusia agar tetap hidup/berfungsi, sehat dan kuat menghadapi tantangan alam maupun musuh sampai ajal mendatang.

Energi yang berasal dari saripati makanan seorang ibu ketika masih dalam rahim, kemudian dilanjutkan dengan saripati makanan dan udara setelah lahir dan tumbuh menjadi dewasa (sampai ajal mendatang).

Energi yang berasal dari roh yang ditiupkan Allah swt., sehingga manusia menjadi makhluk yang sempurna dengan memiliki hati (kalbu) dilengkapi sistem pendengaran dan penglihatan (akal)

Ada baiknya untuk menambah khasanah dan memperluas wawasan tentang tenaga dalam (atau CHI dalam bahasa Mandarin) disampaikan catatan singkat yang dipetik dari buku-buku peninggalan Tiongkok Kuno tentang ilmu beladiri dan juga mengenai ilmu pengobatan, yang konon sudah berusia ratusan bahkan mungkin ribuan tahun, sudah teruji dan masih relevan dalam kehidupan yang serba modern sekarang ini. Bahkan bagi banyak orang merupakan ’mutiara kehidupan’ yang tak ternilai harganya, sehingga Western People menyebut ’CHI’ sebagai vital energy or intrinsic or inner power, sedangkan di Indonesia disebut tenaga dalam atau hawa murni atau bio-energi atau kadang kadang disebut Ihru (Jawa Tengah) dan sebagainya.
Salah satunya dalam ilmu pengobatan adalah AKUPUNTUR yang mulai dikenal dalam dunia kedokteran modern, teknik penngobatan tusuk jarum yang berdasarkan pada meridian ’CHI’.

Teori Yin-Yang: sebuah konsepsi dari Taoisme, menyatakan bahwa segala fenomena pada alam semesta ini mempunyai 2 (dua) unsur yang berpasangan dan berlawanan dan berkeseimbangan dalam keadaan harmonis/normal, yaitu : unsur Yin dan Yang. Dan dapat dilambangkan sebagai : negatip-positip, dingin-panas, wanita-pria, gelap-terang, lemah-kuat, dan lain lain.
Tubuh manusia terbentuk oleh 2 (dua) unsur, Yin dan Yang, yaitu berawal dari persatuan antara sel telur (wanita, bersifat Yin) dan benih jantan (pria, bersifat Yang), kemudian tumbuh/bergerak menjadi tubuh manusia (jabang bayi) dalam rahim ibunya. Energi yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan/gerakan dengan bahan-bahan dari ibunya ini disebut CHI-Prenatal (diturunkan oleh orang tua). Dan setelah dilahirkan kedunia, bayi manusia ini memiliki energi yang memungkinkan saripati makanan dan oksigen (udara) menjadi bahan-bahan kehidupan menjadi dewasa sampai ajal mendatang ini disebut CHI Postnatal. Dan secara bersama-sama chi prenatal dan chi postnatal dalam tubuh manusia memungkinkan pernafasan berlangsung, jantung berdetak dan memompa darah, organ-organ tubuh dari bagian terdalam sampai yang terluar bekerja sesuai fungsinya masing-masing. Chi-Postnatal terbagi atas 2 (dua) jenis, yaitu : chi-pekat yang berasal dari saripati makanan dan chi-jernih yang berasal dari oksigen (udara). Kedua chi ini secara fisiologis berfungsi mengolah saripati makanan, menghangatkan tubuh, menggerakkan/mengendalikan aktifitas tubuh dan organ-organ tubuh, pertahanan terhadap serangan faktor patogen dan pencegahan penyakit.
Secara sederhana dan bersifat umum dapat dikatakan CHI adalah energi yang berawal dari persatuan Yin-Yang, kemudian memungkinkan tubuh manusia tumbuh, bergerak dan bertahan dari seleksi alam serta ber-reproduksi. Ketidak seimbangan Yin-Yang dalam tubuh manusia akan menyebabkan aliran CHI keseluruh tubuh atau organ tubuh tertentu menjadi terganggu, sehingga menyebabkan sindrom penyakit ataupun terganggunya fungsi fisiologis organ tubuh tersebut.

Petikan dari falsafah kuno Timur yang memiliki semboyan: ”Dari jiwa yang sehat dan selaras/harmonis akan tercipta tubuh yang sehat dan selaras/harmonis”. Sedangkan dari falsafah kuno Barat yang memiliki semboyan: ”Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat ”. Walaupun sudut pandang berbeda, namun dapat disimpulkan bahwa sejak ’jaman baheula’ disadari sepenuhnya segala aktifitas manusia yang hidup itu digerakkan oleh 2 (dua) aspek, yaitu jiwa dan raga. Mengenai raga adalah sangat erat hubungannya dengan chi, sedangkan jiwa secara sederhana dapat diartikan sebagai semangat atau energi kehidupan atau spirit. Keduanya juga harus seimbang, karena raga tergolong kepada ’yin’ sedangkan jiwa tergolong kepada ’yang’, kalau tidak seimbang maka bisa menyebabkan penyakit akibat ulah sendiri atau psikosomatik, stress atau ………

Lebih lanjut untuk penambah wawasan mengenai energi dalam tubuh manusia dan sebagai pembanding, disampaikan cuplikan singkat mengenai Itto Ryu, sebuah perguruan ilmu beladiri di Jepang yang exist pada tahun 1560-1653. Para siswa dilatih untuk menguasai spirit-hati (shin), spirit-nafas tenaga dalam (ki) dan energi tubuh (ryoku). Kesatuan dari 3 (tiga) kekuatan disalurkan/beraksi dalam keadaan tenang, tanpa rasa takut dan tanpa maksud jahat (pikiran jernih) akan menghasilkan gerakan jurus dengan kekuatan,kecepatan dan ketepatan yang luar biasa, disamping timing yang perfect karena bergerak dengan keyakinan tanpa keraguan ……. mungkin sejenis dengan Bushido kaum Samurai atau Kamikaze AU-Jepang pada Perang Dunia dulu.

Ada catatan dari sebuah kitab kuno Tiongkok yang diwarisi dari Tat Mo Couw Shu (Guru Besar ShaoLinPay) berabad-abad yang silam mengenai ’tiga mustika’, yaitu: cing-chi-sin (substansi vital,hawa murni, kreatifitas rohani) sebagai tiga potensi murni dalam diri manusia. Latihan yang yang berbentuk meditasi hening ini pada puncaknya akan menghasilkan: Manusia sebagai ’tuan’ atas tubuhnya sendiri, bukan sebaliknya Manusia ’dipertuan’ oleh tubuhnya sendiri. Suatu tingkatan kewaskitaan (awareness) atau kesadaran jiwa (conciousness) yang tinggi ataupun mungkin universal love!. Inilah yang menjadi dasar utama untuk mencapai keberhasilan dalam latihan pernafasan tenaga dalam tingkat tinggi (yang dalam ilmu Nui Kung disebut Lien Chi Kung atau Lian Khi Kang).

Kembali pada awal tulisan ini, betapa manusia diciptakan Allah swt. sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaanNya yang lain. Manusia diberi kelengkapan dengan 3 (tiga) macam energi dalam 1 (satu) tubuh dengan organ-organ tubuh pelengkapnya agar manusia dapat menjadi ’khalifah’ didunia ini dengan mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya, dan tidak terhitung banyaknya ’nikmat’ yang diberikan Allah swt. kepada ummat manusia. Tetapi manusia sedikit sekali bersyukur, lupa memelihara ’nikmat’ dan ke-khalifahan-nya!.
Yang menjadi pertanyaan, apa yang utama harus dipelihara?. Jawabnya sudah pasti, jiwa dan raga!. Bagaimana caranya?. Jawabnya sudah pasti, peliharalah ketiga macam energi yang termaksud diatas dan kalau mampu tingkatkanlah!. Bagaimana cara memelihara ketiga energi termaksud?.
Saya teringat semasa belajar dibangku SMU, 40 tahun yang lalu. Guru Agama Islam bercerita tentang hijrahnya Rasulullah Nabi Muhammad saw. dan para sahabat beliau ke Madinah untuk melanjutkan syiar Islam dan menggalang kekuatan agar dapat kembali ke Makkah dan membersihkan Baitullah dari kemungkaran dan kekafiran. Raja dari Kerajaan Romawi mengirim seorang Ahli Kesehatan Militer untuk bertugas di Madinah dan membantu ummat Islam dalam membina kesehatan lasykar Islam (mungkin saja sebagai tanda persahabatan dan hubungan diplomatik). Namun setelah setahun bertugas, dia menghadap Rasulullah Nabi Muhammad saw. dan mohon izin untuk kembali kenegerinya. Beliau dengan tersenyum ramah dan tutur kata yang lemah lembut bertanya:”ada apa, apakah penyambutan kami kurang baik atau rakyat di Madinah berlaku kasar atau apa?”. Si Dokter menerangkan bahwa dia merasa tidak berguna karena selama setahun berada disini, belum pernah ada lasykar dan ummat Islam yang sakit dan diobati olehnya. Dipaparkannya juga bahwa hal ini disebabkan karena mereka 5 (lima) kali sehari melakukan olah raga secara teratur mulai dari waktu fajar (bangun tidur) sampai malam menjelang tidur, bagi lasykar tentu latihan keprajuritan diadakan secara teratur juga. Juga yang luar biasa sebulan dalam setahun mereka berpuasa, mulai dari fajar sampai matahari terbit dan tetap berolah raga 5 (lima) kali sehari, bahkan sebelum tidur berolah raga cukup lama. Inilah yang membuat mereka sehat tidak ada yang sakit. Beliau tersenyum dan mengizinkannya kembali kenegerinya, diberi bekal dan pengawalan secukupnya, tentu disamping oleh-oleh cinderamata si Dokter memperoleh pengalaman yang amat berharga.
Sebagai Ummat Islam, ucapkanlah syukur Alhamdulillah, bersyukur kehadirat Allah Yang Maha Pencipta Alam Semesta, melalui perintahNya manusia memperoleh pedoman untuk memelihara ketiga macam energi kehidupan termaksud dan kalau mampu meningkatkannya, yaitu :

Laksanakan sholat 5 (lima) waktu dengan tertib dan benar (bila perlu belajar dan berlatih pada Guru/Ustadz yang mursyid), Insya Allah aliran ketiga energi dalam tubuh akan menjadi lancar, terwujudlah muslim yang sehat jasmani dan rohaninya.

Laksanakan puasa dibulan suci Ramadhan, maka aliran CHI-Jernih (pinjam istilah bahasa Mandarin) akan menjadi kuat dan membersihkan gangguan pada aliran CHI- Pekat, Insya Allah sistem metabolisme tubuh menjadi lebih baik, terwujudlah muslim yang seperti diperbaharui kesehatan jasmani dan rohaninya.

Jikalau mampu, laksanakanlah ibadah Haji, maka seluruh aliran ketiga jenis energi akan meningkatkan kekuatan kerja/aktifitas untuk meng-antisipasi latihan/ujian fisik, mental dan spiritual selama melakukan ritual rukun Islam yang kelima ini. Dan Insya Allah bagi Haji yang mabrur, disamping aliran ketiga jenis energi dalam tubuh menjadi lancar dan bertambah kuat dalam keseimbangan, akan didapatkan suatu kekuatan spiritual yang terpancar dalam bentuk high awareness & conciousness.

Rajinlah membaca kitab suci Al-Qur’an,karena didalamnya terkandung mukjizat sebagai obat (as-syifaa) dari penyakit jasmani dan rokhani bahkan sebagai penawar racun. Dengan membaca kitab suci Al-Qur’an membuat hati menjadi tenang, maka aliran ketiga jenis energi menjadi lancar dan khususnya energi yang berasal dari kalbu akan meningkatkan aktifitasnya untuk membangkitkan CHI Pekat bagi pembentukan antibodi untuk melawan kuman dan virus yang masuk kedalam tubuh, selain itu juga membangkitkan CHI-Jernih untuk membersihkan gangguan pada sirkulasi darah. Mukjizat ini tentunya akan dianugerahkan pada orang yang dikehendakiNya, namun kemungkinan mendapatkannya lebih besar bagi orang yang menjalankan ibadah termaksud pada point kesatu dan kedua serta ketiga (bagi yang mampu).

Seiring dengan kemajuan peradaban manusia dimuka bumi yang sudah semakin tua ini, semakin banyak penghuninya, semakin modern cara hidupnya yang didukung oleh teknologi yang serba canggih, maka semakin banyak pula yang harus dibangun .. …… maka semakin banyak pula kebutuhannya. Dan untuk dapat memenuhi semua kebutuhan itu, diperlukan muslim yang kuat. Diperlukan tenaga pembangunan yang sehat dan kuat, bermental tangguh, beriman dan bertakwa kepada Allah swt. serta mampu mengikuti kemajuan teknologi. Salah satu caranya adalah dengan membentuk sebanyak-banyaknya tenaga pembangunan dalam masyarakat/bangsa untuk kemajuan negara, melalui latihan olah raga yang bersifat massal dalam lingkup Islami untuk membentuk muslim yang kuat.

Olah Raga Beladiri yang merupakan paket massal atau teknis terapan dari ilmu beladiri tahapan pertama (pada IBDA atau SENDI Islami) untuk peningkatan kesehatan dan kekuatan tubuh serta ketrampilan seni perkelahian/beladiri, latihan untuk memperkuat fungsi Chi-pekat agar semua organ tubuh bekerja optimal untuk meyerap saripati makanan dan merubahnya menjadi bahan/energi yang diperlukan tubuh dan membersihkan aliran Chi-Jernih. Dan secara bertahap mampu memperbaiki kekurangan pada CHI-Prenatal. Hasilnya bisa terlihat pada kekuatan, kecepatan dan ketepatan gerakan dan pukulan seorang praktisi kawakan dengan praktisi pemula yang berbeda bobotnya, disamping sikap dan mentalitasnya. Akan tetapi bukanlah ketrampilan berkelahi kekuatan pukulan yang menjadi tujuan, melainkan pemuda/pemudi yang bertubuh sehat, kuat, gesit dan bermental baja serta memiliki iman dan takwa yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia pembangunan yang tangguh dan siap bekerja keras dengan penuh kejujuran dan sanggup menghadapi tantangan pekerjaan seberat apapun.

Olah raga pernafasan yang merupakan paket massal atau teknis terapan dari ilmu beladiri tahapan kedua (pada IBDA atau SENDI Islami) untuk peningkatan kesehatan dan kekuatan tubuh, latihan untuk memperkuat fungsi Chi-Jernih/membersihkan aliran Chi-pekat (CHI-Postnatal) dan terkadang mampu memperbaiki kekurangan pada CHI-Prenatal yang diturunkan orang tua. Jadi tidak perlu diherankan kalau bisa terjadi peningkatan kesehatan dan kekuatan tubuh seseorang yang berlatih, ataupun mampu mengobati orang lain dengan meyalurkan energinya, jarak jauh sekalipun. Itu bukannya sihir atau klenik, semua orang bisa kalau tekun berlatih!. Akan tetapi hasil yang terpenting adalah menjadi sehat, kembalinya kekuatan fisik layaknya menjadi 15 tahun lebih muda dan menguatnya kemampuan berpikir (bagi yang berusia 45 tahun keatas) yang berarti terbukanya kesempatan lagi untuk berprestasi dibidang kerja serta berpeluang untuk tekun beribadah dan beramal saleh kepada sesama manusia. Dan bagi remaja, tentunya mendapat kesehatan yang prima, pertumbuhan fisik menjadi lebih baik/kuat serta peningkatan kecerdasan yang berati peluang untuk belajar dan bekerja menjadi semakin besar.

Patutlah yang belajar/berlatih berterima kasih kepada GURU/PERANCANG paket atau teknis terapan Olah Raga Beladiri ini (siapapun Dia), menghormati dan memberikan penghargaan yang tinggi terhadap Beliau. Demikian juga pada para Pelatih yang mengemban tugas syiar visi dan misi dari latihan ini.

Dapatlah disimpulkan bahwa kedua jenis olah raga massal ini tujuan utamanya adalah membina manusia dan masyarakat pembangunan yang tangguh dan memiliki iman dan takwa yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa, manusia dan masyarakat muslim yang kuat dengan produktifitas, kemampuan dan ketrampilan kerja/belajar yang tinggi sebagai sumbangsih bagi pembangunan kemaslahatan bangsa dan negara. Dengan cara yang sederhana, yaitu: memelihara, mengelola dan meningkatkan daya, aktifitas dan fungsi ketiga jenis energi dalam tubuh manusia (CHI) melalui latihan ilmu beladiri dalam lingkup Islami yang telah disederhanakan sebagai paket atau teknis terapan seperti tersebut diatas. Adapun hasil lainnya dari latihan nafas,(saripati) jurus dan semangat/dzikir adalah bonus dari sebuah ketekunan dan anugerah dari Allah swt. dan bukan tujuan utama, misalnya bagaimana CHI bisa terpancar keluar tubuh menjadi suatu kekuatan yang luar biasa dan terkadang sukar diterima logika. Karena tidak semua yang belajar/berlatih akan memiliki bonus yang sama, seperti kalau kita belajar matematika disekolah, kelas dan guru yang sama ; apakah semua murid mendapat nilai yang sama?. Jangan sampai menjadi iri dan dengki, kalau ada kawan belajar/berlatih mendapat hikmah yang lebih baik karena hal ini termasuk anugerah Allah swt. sebagaimana tersurat dan tersirat dalam Al-Qur’an pada surah Al-Baqarah (QS 2: 269) dibawah ini :
”Allah menganugerahkan al-hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianuherahi karunia yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal”.

Demikian pula jangan sampai mengambil jalan pintas yang instant, misalnya: dengan mendatangi ’orang pintar’ untuk minta/membeli jimat/isim atau susuk ataupun minta diisi supaya menjadi kebal senjata tajam, dan lain-lain.Karena sesungguhnya hal ini sudah tergolong musyrik dan sesat, yang dosanya tidak akan diampuni Allah swt. sebagaimana tersurat dan tersirat dalam Al-Qur’an pada surah An-Nisaa’ (QS 4: 116) sebagaimana dibawah ini :
”Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”.

Sampai disini dulu tulisan pada kesempatan ini, tulisan yang akan datang bersifat intermezzo sejenak dan menjawab beberapa pertanyaan dari pembaca dan pemerhati Olah Raga Pernafasan dan Olah Raga Beladiri. Wabillahi taufik wal hidayah, salam sejahtera bagi kita semua, wassalamu alaikum ww.

Featured: Yusmardi Yasni/Muslim Ghafarrah

NB : Salam hormat untuk kawan-kawan Thaifah Manshurrah dimana saja berada

Post DIPOSTING OLEH Reza Agusti | July 22, 2008

One Response to “Energi Dalam Tubuh”

  1. Ass Wr wb pak.
    Didalam artikel “Energi dalam tubuh” disebutkan “Pada tulisan pertama dan kedua telah dipaparkan tentang Olah Raga Pernafasan dan Olah Raga Beladiri”.
    Mohon info, tulisan pertama dan kedua bisa saya baca dimana.
    Terimakasih. Wass. Erry

Leave a Reply